Browse Tag: WISATA UNIK SEMARANG

Wisata Unik di Area Semarang Hits 2018. AYANA CANDI GEDUNG SONGO

Gedong Songo, komplek candi Hindu yang terletak berada di gunung Ungaran, kabupaten Semarang yang terkenal mempunyai jumlah 9 candi berukuran kecil yang tersebar diluasnya zona lahan dan untuk menuju ke satu candi dan ke candi selanjutnya seharusnya ditempuh dengan trekking atau memilih berkuda, jadi lokasi opsi berliburku bersama keluarga mengisi liburan panjang Lebaran dan wisata sekolah kali ini.

Salah satu alasan mereka memilih berlibur ke Gedong Songo sebab dikompleknya terdapat kolam sumber mata air sulfur dan … , sebab termakan cerita pengalamanku pernah berwisata kesana beberapa bulan yang lalu yang dikala itu kebetulan tamasya tanpa bareng mereka.
Dikala itu kuceritakan tentang bagaimana keseruanku menjelajahi naik turun rute jalan setapak untuk tiba keseluruh lokasi kesemua candinya dan bisa berendam di kolam air panas sulfur yang berada di antara candi ke IV dan candi ke V.
Karena terpengaruh cerita seru liburanku itulah, kesudahannya mereka memilih tamasya bersama ke Gedong Songo kali ini dan … , sstttt jadilah aku tour guide dadakan buat mereka … , wkwkwkk.


Lokasi liburan kekinian baru yang kami peroleh, tanpa kami dengar kabarnya lebih dahulu …

Kami tiba di lokasi Gedong Songo tepat pukul 08.00 pagi, berbarengan dengan kedatangan sejumlah wisatawan lain dari banyak kota, dilihat dari plat nomor kendaraan beroda empat kendaraan mereka dan turis mancanegara, tampak cukup banyak memenuhi area parkir dan antrian penjualan loket karcis masuk.
Sesudah menjelang gerbang pemeriksaan loket, kami menuju ke arah pedoman lokasi keberadaan candi ke 1 melalui jalan setapak yang dikitari taman tertata rapi dan apik dipandang.

Dikala kami mulai melewati jalan setapak menuju ke candi 1 inilah dari kejauhan menonjol sebagian balon udara berwarna – warni, menonjol seperti melayang di udara.
Celyn, ponakanku kelas 1 SD yang langsung teriak bergembira lihat balon udara itu dan namanya juga bocah kecil, pasti langsung merengek minta segera kesana … , namun kami tidak lantas penuhi kemauannya dan mujurnya ia tak rewel setelah kami bujuk untuk melanjutkan trekking ke seluruh lokasi candi dan agenda semula untuk berendam di kolam air panas belerang lebih-lebih dulu.

Semenjak permulaan kuceritakan perihal Gedong Songo, Celyn memang paling nampak antusias tentang kolam panas air sulfur dan nyaris tiap-tiap kali bersua denganku, senantiasa mengulang pertanyaan perihal gimana rasanya mandi di kolam air panas, sambil diceritakan ulang begitu dia terlihat sibuk memperagakan gaya berenangnya yang akan ia lakukan nanti berada di kolam mandi.
Mungkin sebab itulah, hasilnya Celyn ingin melanjutkan mengitari ke segala zona komplek candi Gedong Songo … , bersedia membendung kemauan mendadaknya memandang balon udara dari dekat teralihkan.

Sesampai di lokasi kolam air panas kami menyesal karena ternyata ketika itu air kolamnya yang terlihat dari jalan setapak diatasnya, tak memenuhi permukaan kolam, cuma separuh batas kolam.
Dan tambah kecewa kembali, ternyata kolam air panas dibuka jam 12 siang seperti penjelasan salah staff disana.

Untuk mengobati kekecewaan menunggu waktu betul-betul lama, kami berfoto di dekat lokasi kawah yang berada di depan kolam air panas dan mencoba meraba aliran mata air kawah … , rupanya aliran airnya ketika itu tidak panas seperti dikala dulu saya ke Gedong Songo ini … , air sulfurnya dingin. Sedingin air es malah !, walaupun aktivitas kawah sulfur terus aktif mengeluarkan asap gas menyembur dan melambung tinggi ke udara, menciptakan asap tebal menutupi pemandangan sekitarnya.

Aneh ?, buatku tak seperti itu sebab dulu ketika saya kesana pernah dijelaskan oleh petugas kolam bila kolam belerang ini mempunyai sifat unik … , kadang-kadang airnya terasa betul-betul panas, dingin juga kadang terasa betul-betul dingin.
Tampilan warna airnya malahan tak keok mengagetkan, bisa berubah warna dalam waktu tertentu …, kadang keabubiruan, bening malahan hitam pekat.

Batal berendam dan berenang di kolam air panas, kami melanjutkan perjalanan lewat jalan setapak melingkar ke lokasi candi ke IV dan candi ke V yang rutenya cukup menguras kekuatan.
Setelahnya kami menelusuri jalan setapak yang jauh untuk sampai tiba di lokasi candi ke I dan lokasi eksistensi balon warna – warni yang tampak di awal kedatangan tadi, lewat jalan setapak naik turun dan di kanan kirinya tumbuh subur pepohonan hutan.