Mayoritas Arena Asian Games Tak Ramah Kaum Difabel

Mayoritas Arena Asian Games Tak Ramah Kaum Difabel

Ombudsman Republik Indonesia menemukan sebagian besar arena olahraga Asian Games 2018 tidak layak bagi orang berkebutuhan khusus. Dari 24 venue yang diperiksa, hanya 10 yang terbilang ramah bagi penyandang disabilitas atau difabel.“Kami meminta segera diperbaiki,” kata Komisioner Ombudsman Adrianus E. Meilala di kantornya, kemarin. Adrianus menerangkan, lembaganya menggelar survei selama 20 hari di Jakarta dan Palembang, sejak 60 hari menjelang perhelatan Asian Games XVIII. Survei itu dilakukan untuk mengukur kesiapan setiap arena olahraga. Ombudsman menyiapkan 20 item penilaian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Termasuk di antaranya kelayakan kursi, jalanan umum, dan pintu darurat. Tim survei Ombudsman, misalnya, menemukan 14 venue Asian Games yang tidak menyediakan tempat duduk bagi penyandang disabilitas.

Mereka juga menemukan arena yang tak memiliki pintu darurat serta penunjuk jalan bagi orang-orang berkebutuhan khusus. Ombudsman membagi 14 arena yang tidak memenuhi syarat ke dalam zona kuning dan zona merah. Venue yang termasuk zona kuning rata-rata hanya memenuhi 50-75 persen poin kelayakan. Sedangkan yang tergolong zona merah hanya memperoleh 33 persen poin kelayakan. Dari 14 venue yang tak memenuhi syarat, menurut Adrianus, Gelanggang Olahraga Bulungan di Jakarta Selatan termasuk yang paling tidak ramah bagi kaum difabel. “GOR Bulungan masuk zona merah,” kata dia. “Setelah kami cek, hanya 6-7 item yang terpenuhi.” Sedangkan 10 arena termasuk zona hijau alias layak bagi penyandang disabilitas. Ombudsman memberi penilaian 95 persen atau 19 dari 20 item standar penilaian. Ombudsman juga menilai arena olahraga tersebut telah memenuhi standar internasional Atas dasar temuan tersebut, Ombudsman telah memberikan rekomendasi kepada Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc).

 

Menurut Adrianus, kalaupun tak bisa merombak bangunan, pengelola venue harus menyiapkan petugas untuk membantu orang berkebutuhan khusus supaya bisa ikut menikmati Asian Games pada 18 Agustus-2 September mendatang. “Yang penting bagi kami adalah upaya mereka, kesadaran untuk menjembatani kaum difabel mengakses sarana umum,” ujar Adrianus. “Kesadaran untuk memanusiakan orang.” Sekretaris Jenderal Inasgoc, Eris Herryanto, membenarkan bahwa sebagian fasilitas venue Asian Games belum rampung digarap serta belum ramah bagi penyandang disabilitas. Dia pun mengaku telah menerima masukan Ombudsman. Namun Inasgoc menyerahkan sepenuhnya perbaikan arena olahraga kepada setiap pengelola. “Kalau yang punya mau menambahi (fasilitas), akan lebih baik,” ucap dia. Total, ada 76 venue yang disiapkan panitia untuk pesta olahraga bangsa se-Asia ini. Adapun Direktur Utama Pusat Pengelola Gelora Bung Karno, Winarto, mengatakan siap mengevaluasi dan memperbaiki pelbagai venue agar ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. “Data yang dipaparkan tadi menjadi bekal kami untuk inspeksi satu per satu,” kata dia

Leave a Reply