candi kalasan

Piknik ke Candi Kalasan

Candi Kalasan yang disebut beberapa orang dengan sebutan Candi Kalibeningialah salah satu candi yang pun layak guna dikunjungi. Selain sebab lokasinya yang memang berdampingan dengan sejumlah candi lain, bentuknya yang tidak kalah unik dikomparasikan dengan candi-candi tetangganya. Sebut saja Candi Ratu Boko, Candi Pawon, Candi Plaosan, Candi Sewu danpun Candi Prambanan.

 

Lokasi Candi Kalasan

 

Kalibening ialah sebuah desa yang adalahtempat Candi Kalasan ini berada. Itulah sebabnya beberapa orang seringkali menyinggung candi ini dengan sebutan Candi Kalibening. Sebuah desa kecil yang sedang di pinggiran kota Yogyakarta. Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika kita berkendara dari pusat kota Yogya Anda melulu membutuhkan masa-masa 15-30 menit saja guna sampai di sini.

 

Walaupun kalah megah dikomparasikan dengan Candi Prambanan baik dari sisi arsitektur maupun ukurannya tetapi Candi Kalasan jusru biasanya dijadikan destinasi wisata candi ke-2 guna dikunjungi sesudah kompleks Candi Prambanan. Salah satu alasannya sebab letaknya yang paling dekat dengan Candi Prambanan. Hanya dengan 5-10 menit saja kita perjalanan dari Candi Prambanan telah sampai ke Candi Kalasan.

 

Sejarah Candi Kalasan

 

Sejarah tentang Candi Kalasan kesatu kali terungkap dari prasasti Kalasan yang ditemukan tak jauh dari tempat Candi. Prasasti ini memakai bahasa Sansakerta yang ditulis dengan huruf Pranagari dan Berangka. Tertulis di sana tahun 778 Masehi. Dari prasasti berikut diketahuitentang sebuah lokasi suci yang diciptakan sebagai format penghormatan pada Dewi Tara. Selain tersebut juga tentang pembuatan suatu Vihara yang diperuntukan untuk semua pendeta Budha. Atas saran dari semua pemuka agamalah Rakai Pikatan akhinya menyerahkan desa Kalasan sebagailokasi untuk menegakkan kedua lokasi suci itu.

 

Disebutkan bahwa pembangunan kedua lokasi suci ini digelar pada pemerintahan Maharaja Tejapurnapana Panangkaran yang dikenal pun dengan Rakai Panangkaran yang tiada lain di antara keturunan Dinasti Syalendra. Sebuah Dinasti besar yang menguasai Wilayah Selatan Jawa Tengah. Dinasti dengan agama dan corak kebiasaan Budha yang amat kental. Atas perintahnyalah candi ini dibuat.

 

Jika disaksikan dari hasil riset yang dilaksanakan seorang sejarahwan Belanda yakni Van Rumond maka diketahui bahwa sebelum Candi Kalasan inidi bina pernah berdiri suatu Vihara di lokasi yang sama. Ia pun mengambil benang merah bahwa candi ini telah merasakan 3x pembangunan atau perbaikan. Itulah sebabnya ia hingga pada pemikiran bahwa sebelumnya ada bangunan beda yang pernah berdiri di tempat tesebut.

 

Arsitektur Candi Kalasan

 

Candi Kalasan melulu berukuran 45x45cm dengan tinggi yang diduga mencapai 20 meter dari permukaan tanahnya. Dengan begitu tinggi keseluruhan menjangkau 34 meter. Membentuk bujur sangkar dengan tidak sedikit lekukan di sana sini yang berbentuk arca. Namun karena sekian banyak  sebab, tidak sedikit sekali Arca yang tidak melulu rusak tapipun hilang.

 

Candi Kalasan mempunyai 4 buah pintu dengan 2 tangga, namun melulu pintu Timur yang dapat dilalui untuk dapat masuk ke dalam bangunan candi ini. Pada unsur dalam candi terdapat suatu ruangan pemujaan. Bentuknya seperti suatu alas berbahan batu yang diduga sebagai lokasi patung Dewi Tara berada. Patung yang diduga memiliki elevasi 6 meter yang tercipta dari bahan perunggu.

 

Bagian unik lainnya yakni atap candi yang berbentuk persegi 8 yang bertahtakan patung Budha dan 52 buah stupa berukuran kecil yang tingginya sekira 4,6 meter. Bahkan di puncak candi seharusnya ada stupa besarlaksana candi Borobudur, tetapi tidak dapat anda temukan lagi sekarang.

 

Keunikan Candi Kalasan

 

Jika disaksikan dari arsitektur bangunannya pun dari sekian banyak  ornamen yang ada di dalamnya maka tampak bahwa Candi Kalasan ialah candi hasil perpaduan corak kebiasaan Hindu dan Budha. Bahkan seorang peneiti yang mempunyai nama Prof.DR.Casparis yakin bahwa candi ini di bina bersamaan sebagai candi Hindu dan Budha. Itulah yang menciptakan candi ini merasakan pemugaran sebayak lebih dari 1 x.

 

Candi Kalasan pun mempunyai relief yang tampak masih halus dan terawat. Hal ini diakibatkan oleh pemakaian Valkralepa. Ini ialah sejenis semen kuno yang sengaja dilapiskan pada ornamen maupun relief candi unsur luarsupaya terhindar dari jamur atau lumut. Itulah sebabnya candi masihtampak baik walaupun candi ini ialah hasil pemugaran dari reruntuhan candi. Terutama pada unsur luar Candi.

 

Bersatunya Hindu-Budha

 

Candi ini ialah salah satu saksi bisu bersatunya dua dinasti terbesar di Jawa Tengah pada waktu tersebut melalui suatu pernikahan. Antara Rakai Pikatan yang berasal dari dinasti Saylendra dan Pramodhawardhani yang tiada lain ialah putri dari Maharaja Samarattungga yang adalahanggota Dinasti Sanjaya. Dinasti Sanjaya ini ialah kerajaan terbesar penguasa Jawa Tengah unsur Utara yang sudah mendekap agama Hindu

Leave a Reply